Minggu, 26 Juni 2016

TUGAS SCM

Nama: Ryan Kumar
Nim: 223414032
Kelas: D3 MLM 14

Question: 
Give SCM plan (Warehouse, Inventory and Distribution) for this project

Answere:

1. Plan SCM Warehouse
create a warehouse in a position that can be reached by a railway line. Because not to make the barn but not reachable by the train tracks. If the position of the warehouse can reach then the project has created will not be in vain.

2. Plan SCM Inventory
for inventory, we have to measure, adjust, see the capacity of the trains that we use, do not let the trains that we use can not accommodate or carry the goods we had in the barn. so we have to have inventory that can be transported by the freight train

3. Plan SCM Distributin
to improve the distribution, we should be able to determine the train line or make a railway line without having to create or destroy industrial areas and other environments. if all of the lines in accordance created without damaging the environment or the other, then the distribution can be executed


Minggu, 19 Juni 2016

Just In Time

Nama: Ryan Kumar
Nim: 223414032
Kelas: D3 MLM 14

FILOSOFI DAN DEFINISI JUST IN TIME



Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen.
Konsep just in time adalah suatu konsep dimana bahan baku yang digunakan untuk aktivitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi , sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stockingcost.
Just In Time (JIT) adalah filofosi manufakturing untuk menghilangkan pemborosan waktu dalam total prosesnya mulai dari proses pembelian sampai proses distribusi. Fujio Cho dari Toyota mendefinisikan pemborosan (waste) sebagai: " Segala sesuatu yang berlebih, di luar kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk. Kemudian diperoleh rumusan yang lebih sederhana, pengertian pemborosan: "kalau sesuatu tidak memberikan nilai tambah itulah pemborosan”.

7 (tujuh) jenis pemborosan disebabkan karena:
1.      Over produksi
2.      Waktu menunggu
3.      Transportasi
4.      Pemrosesan
5.      Tingkat persediaan barang
6.      Gerak
7.      Cacat Produksi



KONSEP DASAR JUST IN TIME
Konsep dasar JIT adalah sistem produksi Toyota, yaitu suatu metode untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan akibat adanya gangguan dan perubahan permintaan, dengan cara membuat semua proses dapat menghasilkan produk ynag diperlukan, pada waktu yang diperlukan dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam sistem pengendalian produksi yang biasa, syarat di atas dipenuhi dengan mengeluarkan berbagai jadwal produksi pada semua proses, baik itu pada proses manufaktur suku cadang maupun pada lini rakit akhir. Proses manufaktur suku cadang menghasilkan suku cadang yang sesuai dengan jadwal, dengan menggunakan sistem dorong, artinya proses sebelumnya memasok suku cadang pada proses berikutnya.
Terdapat empat konsep pokok yang harus dipenuhi dalam melaksanakan Just In Time (JIT):

  1.  Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di eliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
  2. Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat. 
  3.  Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
  4. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap aktivitas yang bernilai tambah.




 KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN JUST IN TIME
 
Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang     berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen- komponen lainnya.

1.    Keuntungan just in time 
  •  Seluruh system yang ada dalam perusahaan dapat berjalan lebih efisien
  • Pabrik mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk memperkerjakan para staffnya.
  • Barang produksi tidak harus selalu di cek, disimpan atau diretur kembali.
  • Kertas kerja dapat lebih simple
  • Penghematan yang telah di lakukan dapat digunakan untuk mendapat profit yang lebih tinggi misalnya, dengan mengadakan promosi tambahan.
2.      Kelemahan JIT
  • Satu kelemahan sistem JIT adalah, tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen.
  •  Dapat meningkatkan waktu menganggur bagi pekerja, karena pada saat perusahaan tidak memperoleh pesanan tidak ada proses produksi yang harus dikerjakan;


  PENERAPAN DALAM JUST IN TIME
JIT dapat diterapkan dalam berbagai bidang fungsional perusahaan seperti misalnya pembelian, produksi, distribusi, administrasi dan sebagainya.
  Pembelian just in time
Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan.
Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara:
1.      Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya.
2.      Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok.
3.      Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan.
4.      Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah.
5.      Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu.
Produksi Just in time
Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan.
Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara:
1.      Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol).
2.      Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol).
3.      Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesin-mesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation).
4.      Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi.

Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang:
1.      Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan
2.      Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai
3.      Waktu perpindahan
4.      Tenaga kerja langsung dan tidak langsung
5.      Ruangan pabrik
6.      Biaya mutu
7.      Pembelian bahan
  Adminstrasi just in time
Penerapan pembelian JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut: 
  1.  Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan.
  2. Perubahan “cost pools” yang digunakan untuk mengumpulkan biaya.
  3. Mengubah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya sehingga banyak biaya tidak langsung dapat diubah menjadi biaya langsung.
  4.  Mengurangi perhitungan dan penyajian informasi mengenai selisih harga beli secara individual
  5. Mengurangi biaya administrasi penyelenggaraan sistem akuntansi.

Jumat, 27 Mei 2016

Tugas Manajemen Persediaan

Nama: Ryan Kumar
Nim: 223414032
Kelas D3 MLM 14

TUGAS MANAJEMEN PERSEDIAAN

1.   Suku cadang habis pakai (consumable parts)

Ini adalah suku cadang untuk pemakaian biasa, yaitu yang akan aus dan rusak karena gesekan
tegangan, kena panas, dan sebagainya. Kerusakaan suku cadang jenis ini dapat terjadi sewaktu- waktu sehingga penggantiannya dapat pula sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pengaturan persediaannya haruslah sedemikian rupa sehingga sewaktu-waktu diperlukan  haruslah  selsalu 
tersedia,  atau  dapat  diadakan  dalam waktu singkat sehingga tidak menggangu jalannya
peralatan. Suku cadang jenis ini misalnya seal, v-belt, spark plug, dan oil filters.

2.   Suku cadang pengganti (replacement parts)

Ini adalah jenis suku cadang yang penggantiannya biasanya dilakukan pada waktu overhaul, yaitu
pada waktu diadakan perbaikan besar-besaran. Waktu overhaul ini biasanya dapat dijadwalkan sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat peralatan tersebut, misalnya setiap 40.000 jam pemakaian. Selain waktu overhaul yang dapat dijadwalkan, suku cadang yang perlu diganti dapat juga diperkirakan dengan cukup akurat meskipun tidak akan dapat 100% akurat. Oleh karena itu, biasanya jenis suku cadang ini tidak disimpan dalam persediaan, kecuali untuk peralatan yang bersifat vital. Suku cadang jenis ini misalnya gasket, piston, dan piston rings.

3.   Suku cadang jaminan (insurance parts)

Ini adalah suku cadang yang biasanya tidak pernah rusak, tetapi dapat rusak,dan apabila rusak dapat menghentikan operasi dan produksi. Suku cadang jaminan ini biasanya bentuknya besar, harganya mahal, dan waktu pembuatannya lama. Contohnya : cylinder head, crankshaft, dan flywheel

Minggu, 03 April 2016

Summary Seminar Nasional

Seminar National of defending the country with cyber crime

Name: Ryan Kumar
Nim: 223414032
Class: D3 MLM 14

Speaker: 
1. Dr. Abdul Aziz Khafia ( Anggota DPR RI/MPR Senator Jakarta)
2. Kombes (Pol) Drs. Yehu Wangsaja, M.Kom ( Kepala bagian pengembangan Multi Media Lembaga Pertahanan Nasional )

speaker 1

during the conversation abdul aziz notify never embarrassed or inferior to what had in Indonesia. Indonesia is a vast country and has diverse natural resources that are not owned by other countries. therefore we as a society have to take advantage of the natural wealth Indonesia Indonesian well and correctly so as not always utilized by other countries. abdul aziz also said that if this country wants to be free from the problem of cyber crime, the community especially the youth Indonesia Indonesia should be able to build and fix, and should always love towards Indonesia Indonesia to be better

speaker 2

The world's rapidly growing internet, internet users in Indonesia this year is estimated more than 100 million, and is located at 8 pringkat world. Internet users will continue to grow and can be predicted to increase by about 20% per year. times have changed, now everything is online to do things such as motorcycles, we are now to access it just using a smartphone without having to leave the house even once.

Now just how do we deal about the development of the Internet today. not the only positive thing that can be used, but a lot of negative things for yourself, family state. cyber crime always be a problem as well as hackers, carding, crecker. many are harmed as a result of the act of cyber crime. ranging from falsified websites, credit cards are taken and we do not ever shopping.

Cyber ​​crime does not stop there, even terrorists also use internet access to recruit members, so that makes it easy to members so that the number of wars in the world like in syria, Palestine, etc. Worse still many of the victims of the terrorist is a Muslim majority world.






Senin, 28 Maret 2016

Minimum And Maximum Analyst

Min and Max Analyst
Nama: Ryan Kumar
Nim: 223414032
Kelas: D3 MLM 14



Min / Max metode pemesanan persediaan adalah mekanisme penataan ulang dasar yang telah diterapkan di banyak ERP dan jenis lain dari perangkat lunak manajemen persediaan. "Min" merupakan nilai tingkat persediaan yang memicu pemesanan ulang dan "Max" merupakan nilai tingkat persediaan baru yang ditargetkan mengikuti pemesanan ulang tersebut. Perbedaan antara Max dan Min sering diartikan sebagai EOQ (Economic Order Quantity). 

Min-Max Analysis Metode ini dilakukan dengan mengendalikan jumlah minimum dan maksimum persediaan dengan mengatur rencana pemesanan persediaan (plan order) agar tidak terjadi kekurangan (stockout) atau kelebihan persediaan (overstock). Dalam bentuk aslinya, Min / Max dianggap metode yang cukup statis pengendalian persediaannya di mana nilai-nilai Min / Max jarang berubah, mungkin beberapa kali per tahun. ABC Analysis sering digunakan untuk memandu praktisi untuk merevisi "A" item yang secara tradisional membutuhkan perhatian lebih dari "B" atau "C" item. Dari perspektif pemesanan Min / Max, ketika pemesanan ulang adalah untuk dilakukan, baik nilai-nilai Min dan Max harus diperbarui dengan nilai reorder point yang dihasilkan dari perhitungan perkiraan kuantil.



Metode Perhitungan

 


Metode yang digunakan untuk menentukan saat harus diadakan pemesanan lagi sedemikian rupa sehingga kedatangan atau penerimaan bahan baku yang dipesan di atas safety stock sama dengan nol.


Cara Menetapkan ROP
1. ROP = Kebutuhan Lead Time + Prosestase tertentu dr. Safety Stock
2. ROP = Kebutuhan Lead Time + Safety Stock
Lead Time = Penggunaan bahan baku selama tenggang waktu mendapatkan barang.


Min and Max
Yakni metode yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan minimum dan persediaan maksimum yang ada di gudang.
Max. = Safety Stock + EOQ
Min. = Jumlah persediaan minimum di gudang (Safety Stock)